Borneo FC Tunjukkan Kekuatan Usai Kalahkan Bhayangkara
Borneo FC Tunjukkan Kekuatan Usai Kalahkan Bhayangkara. Borneo FC berhasil menunjukkan kekuatan sebenarnya setelah mengalahkan Bhayangkara FC dengan skor meyakinkan 3-1 pada pekan ke-22 Liga 1 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, 11 Februari 2026. Kemenangan ini bukan hanya tiga poin biasa, melainkan pernyataan bahwa Pesut Etam masih menjadi salah satu kandidat kuat juara musim ini. Gol dari Stefano Lilipaly, Stefano Lilipaly (penalti), dan Matheus Pato membuat Borneo FC naik ke posisi kedua klasemen dengan 45 poin, hanya terpaut dua angka dari Persib Bandung di puncak. Bhayangkara, yang kini terjerembab di zona degradasi, terlihat kesulitan mengimbangi tempo tinggi dan pressing agresif tuan rumah. Laga ini menjadi bukti bahwa Borneo FC sedang dalam momentum terbaik di paruh kedua musim. VENUE NIKAH
Dominasi Borneo FC di Laga Kandang: Borneo FC Tunjukkan Kekuatan Usai Kalahkan Bhayangkara
Pertandingan berlangsung satu arah sejak menit awal. Borneo FC langsung mengambil inisiatif dengan penguasaan bola mencapai 62 persen dan menciptakan 18 tembakan, 7 di antaranya tepat sasaran. Stefano Lilipaly kembali menjadi motor serangan dengan dua gol—satu dari tendangan bebas melengkung khasnya di menit ke-22, dan satu lagi dari titik putih setelah ia sendiri dilanggar di kotak penalti pada menit ke-58. Matheus Pato menutup kemenangan dengan gol indah di menit ke-79 setelah memanfaatkan umpan silang dari Fajar Fathur Rahman.
Bhayangkara sempat menyamakan kedudukan lewat gol tunggal Daffa Fasya di menit ke-45+2, tapi setelah itu lini belakang mereka kewalahan menghadapi serangan balik cepat Borneo. Pelatih Borneo FC, Pieter Huistra, tampak puas dengan performa timnya yang mampu mengontrol tempo dan memanfaatkan ruang kosong. “Kami bermain dengan disiplin dan fokus tinggi. Ini kemenangan penting untuk menjaga momentum menuju akhir musim,” ujarnya pasca-laga. Sementara pelatih Bhayangkara, Rahmad Darmawan, mengakui timnya kalah kelas di laga ini dan harus segera memperbaiki konsistensi.
Performa Pemain Kunci dan Statistik Menonjol: Borneo FC Tunjukkan Kekuatan Usai Kalahkan Bhayangkara
Stefano Lilipaly menjadi bintang lapangan dengan brace-nya, sekaligus menambah koleksi golnya menjadi 11 di Liga 1 musim ini—terbanyak di antara gelandang. Matheus Pato juga tampil impresif dengan gol dan assist, sementara lini belakang Borneo yang dikomandoi oleh Leo Lelis dan Alie Sesay berhasil membatasi Bhayangkara hanya menciptakan tiga tembakan tepat sasaran. Statistik menunjukkan Borneo FC unggul dalam penguasaan bola, tembakan, dan duel udara, serta berhasil memenangkan 58 persen duel satu lawan satu.
Kemenangan ini juga memperpanjang rekor tak terkalahkan Borneo FC di kandang menjadi 12 laga beruntun di Liga 1 musim ini, rekor terbaik di antara semua tim. Bhayangkara, di sisi lain, kini sudah menelan lima kekalahan beruntun dan terperosok ke zona degradasi dengan hanya 18 poin dari 22 laga.
Kesimpulan
Kemenangan telak Borneo FC atas Bhayangkara FC menjadi bukti bahwa Pesut Etam bukan sekadar tim kejutan, melainkan kontender serius gelar juara Liga 1 2025/2026. Dominasi di lini tengah, ketajaman penyelesaian akhir, dan solidnya pertahanan membuat mereka tampil sebagai tim yang sangat seimbang. Dengan momentum ini, Borneo FC berada di posisi ideal untuk mengejar Persib di puncak klasemen, terutama dengan sisa jadwal kandang yang masih banyak. Bagi Bhayangkara, kekalahan ini menjadi alarm keras bahwa perjuangan menghindari degradasi semakin berat. Pekan-pekan mendatang akan menjadi penentu, tapi Borneo FC telah menunjukkan bahwa mereka siap bertarung hingga akhir musim. Semoga konsistensi ini terus terjaga, karena liga masih panjang dan persaingan semakin ketat.



Post Comment