Arteta Harus Melatih Pemainnya Lebih Disiplin

Arteta Harus Melatih Pemainnya Lebih Disiplin

Arteta Harus Melatih Pemainnya Lebih Disiplin. Musim ini Arsenal tetap berada di papan atas klasemen Premier League, tapi ada satu hal yang mulai terlihat jelas: kurangnya disiplin di lapangan. Beberapa kekalahan dan hasil imbang yang seharusnya bisa dimenangkan sering kali berawal dari kesalahan individu yang sepele, kartu kuning berlebih, atau kehilangan fokus di momen krusial. Mikel Arteta dikenal sebagai pelatih yang sangat menuntut detail, tapi belakangan banyak pengamat sepakat bahwa aspek disiplin perlu ditekankan lebih keras lagi. Apakah ini saatnya Arteta mengubah pendekatan pelatihannya agar tim benar-benar konsisten sepanjang musim? REVIEW FILM

Masalah Disiplin yang Terus Berulang: Arteta Harus Melatih Pemainnya Lebih Disiplin

Arsenal musim ini sudah mengumpulkan jumlah kartu kuning yang cukup tinggi dibandingkan musim lalu di periode yang sama. Beberapa pemain kunci sering terlibat dalam pelanggaran tak perlu, terutama saat tim sedang unggul atau ketika tekanan lawan meningkat. Ada kecenderungan untuk kehilangan ketenangan, terutama di babak kedua pertandingan besar, di mana fokus menurun dan keputusan impulsif muncul. Contohnya, beberapa laga tandang berakhir dengan penalti atau gol telat karena pemain kehilangan posisi atau melakukan pelanggaran di area berbahaya.

Masalah ini bukan hanya soal kartu, tapi juga sikap mental. Ada momen di mana tim terlihat panik saat tertinggal, alih-alih tetap tenang dan menjalankan rencana permainan. Transisi dari menyerang ke bertahan sering kali terputus karena pemain terlalu agresif mengejar bola tanpa koordinasi. Hal ini membuat lawan mudah memanfaatkan ruang kosong. Arteta memang sudah berulang kali menekankan pentingnya disiplin taktis, tapi implementasinya di lapangan masih belum merata. Beberapa pemain muda tampak kesulitan menjaga konsentrasi selama 90 menit penuh, sementara pemain senior pun kadang terjebak dalam emosi.

Dampak terhadap Performa Tim Secara Keseluruhan: Arteta Harus Melatih Pemainnya Lebih Disiplin

Kurangnya disiplin langsung berdampak pada hasil. Arsenal sering kebobolan gol di menit-menit akhir atau dari situasi bola mati yang seharusnya bisa diantisipasi. Statistik menunjukkan tim ini kehilangan poin cukup banyak dari posisi unggul, sesuatu yang jarang terjadi pada tim-tim juara. Di kompetisi Eropa pun, pola yang sama terlihat: permainan bagus di awal, tapi akhirnya kehilangan kendali karena akumulasi kesalahan kecil yang menumpuk.

Dari sisi psikologis, hal ini juga memengaruhi kepercayaan diri. Pemain terlihat ragu untuk mengambil risiko positif karena khawatir melakukan kesalahan yang berujung hukuman. Padahal, gaya permainan Arsenal mengandalkan intensitas tinggi dan pressing agresif—dua elemen yang justru membutuhkan disiplin ekstra agar tidak berbalik menjadi kelemahan. Jika disiplin tidak ditingkatkan, tim berisiko kehilangan momentum di paruh kedua musim, terutama saat jadwal semakin padat dan lawan-lawan besar mulai menunjukkan taring.

Apa yang Bisa Dilakukan Arteta untuk Mengubah Situasi

Arteta perlu mengambil langkah tegas tanpa mengubah identitas tim. Pertama, latihan harus lebih fokus pada simulasi tekanan tinggi dan pengambilan keputusan di bawah stres. Latihan tertutup dengan skenario pertandingan nyata—misalnya bermain dengan selisih satu gol di menit akhir—bisa membantu membangun mentalitas yang lebih tangguh. Kedua, rotasi pemain harus lebih selektif; pemain yang sering mendapat kartu atau kehilangan fokus perlu diberi pesan jelas melalui waktu bermain yang lebih sedikit.

Ketiga, komunikasi di ruang ganti harus lebih tajam. Arteta dikenal sebagai pelatih yang tenang di depan media, tapi di dalam tim, ia harus lebih vokal soal standar disiplin. Mungkin perlu melibatkan kapten dan senior untuk menjadi contoh, serta memberi sanksi internal jika standar dilanggar berulang. Terakhir, pendekatan psikologis bisa diperkuat—bekerja sama dengan psikolog olahraga untuk membantu pemain mengelola emosi di momen krusial. Arsenal punya skuad berbakat, tapi bakat saja tidak cukup jika disiplin tak menjadi fondasi utama.

Kesimpulan

Arteta punya visi yang jelas untuk membawa Arsenal kembali ke puncak, tapi tanpa peningkatan disiplin, visi itu akan sulit terwujud sepenuhnya. Masalah kartu, kehilangan fokus, dan kesalahan individu yang berulang sudah menjadi pola yang terlihat, dan itu harus diatasi secepat mungkin. Dengan menekankan disiplin lebih keras—baik dalam latihan, pemilihan pemain, maupun komunikasi—Arteta bisa mengubah tim ini dari kandidat juara menjadi tim yang benar-benar sulit dikalahkan. Musim masih panjang, dan jika langkah ini diambil sekarang, Arsenal masih punya waktu untuk memperbaiki diri. Yang pasti, disiplin bukan lagi pilihan, melainkan keharusan jika mereka ingin mengangkat trofi di akhir musim.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Post Comment