Debut Tidak Manis Arbeloa di Real Madrid

debut-tidak-manis-arbeloa-di-real-madrid

Debut Tidak Manis Arbeloa di Real Madrid. Álvaro Arbeloa resmi mengambil alih posisi pelatih kepala Real Madrid pada 12 Januari 2026, menggantikan Xabi Alonso yang meninggalkan jabatan setelah kekalahan di final Supercopa de España. Mantan bek kanan legendaris klub ini, yang sebelumnya menangani tim Castilla, langsung menghadapi ujian pertama di laga Copa del Rey babak 16 besar melawan Albacete di Stadion Carlos Belmonte. Harapan tinggi menyambutnya karena latar belakangnya sebagai pemain juara Liga Champions dan pengalaman sukses di akademi. Namun, pertandingan tersebut berakhir dengan kekalahan telak 3-2, membuat debut Arbeloa menjadi mimpi buruk. Albacete, tim papan tengah Segunda División yang berada di posisi 17, berhasil menciptakan kejutan besar dengan gol kemenangan di injury time, mengeliminasi Real Madrid dari kompetisi. INFO GAME

Latar Belakang Pengangkatan dan Tekanan Awal: Debut Tidak Manis Arbeloa di Real Madrid

Pengangkatan Arbeloa datang begitu cepat setelah kepergian Alonso, hanya dalam hitungan hari setelah kekalahan Supercopa. Klub memilih sosok internal yang sudah lama berkecimpung di sistem pemuda Real Madrid sejak 2020. Ia pernah memenangkan gelar liga di level U-14 dan U-16, serta meraih treble bersama Juvenil A pada musim 2022-2023. Promosinya ke Castilla musim panas lalu juga berjalan mulus, membuatnya dianggap sebagai pilihan logis untuk menjaga kontinuitas. Namun, transisi ini terjadi di tengah periode sulit klub yang sedang mencari stabilitas. Arbeloa hanya punya satu sesi latihan penuh sebelum laga melawan Albacete, sehingga ia harus mengandalkan pemahaman mendalam tentang pemain muda dan skuad utama. Tekanan langsung datang dari suporter dan media, yang mengharapkan setidaknya kemenangan meyakinkan di pertandingan yang dianggap mudah.

Jalannya Pertandingan yang Penuh Drama: Debut Tidak Manis Arbeloa di Real Madrid

Pertandingan berlangsung di kondisi cuaca buruk dengan kabut tebal yang sempat menghentikan permainan selama 20 menit. Real Madrid kesulitan mengembangkan permainan sejak awal, meski mendominasi penguasaan bola. Albacete tampil kompak, memanfaatkan serangan balik cepat, dan berhasil unggul lebih dulu. Arbeloa mencoba merespons dengan memasukkan pemain pengganti, termasuk gol penyeimbang dari Gonzalo García di injury time yang membuat skor menjadi 2-2 sementara. Namun, kegagalan menjaga konsentrasi di akhir laga berbuah fatal. Gol kemenangan Albacete di detik-detik terakhir menjadi pukulan telak. Skor akhir 3-2 ini bukan hanya kekalahan, tapi juga eliminasi dini dari Copa del Rey, kompetisi yang sering menjadi ajang rotasi skuad. Arbeloa menerapkan formasi 4-3-3 dengan mempercayakan posisi kunci pada pemain muda seperti Jorge Cestero, tapi kurangnya chemistry dan adaptasi cepat terlihat jelas.

Reaksi Arbeloa dan Tanggung Jawab yang Diambil

Usai pertandingan, Arbeloa tampil dewasa dalam konferensi pers. Ia langsung mengambil tanggung jawab penuh atas kekalahan tersebut. “Jika ada yang bertanggung jawab atas kekalahan ini, itu saya, karena saya yang membuat keputusan soal susunan pemain, pergantian, dan cara bermain,” katanya tegas. Ia juga mengakui bahwa kekalahan adalah bagian dari perjalanan menuju sukses, menyebut dirinya pernah mengalami eliminasi lebih menyakitkan di masa lalu. Arbeloa menekankan keinginannya untuk segera kembali bekerja di Valdebebas bersama para pemain, fokus mempersiapkan laga berikutnya. Pernyataan ini menunjukkan sikap positif dan tangguh, meski situasi saat ini cukup berat. Ia juga memuji Albacete atas penampilan luar biasa mereka, sambil menegaskan bahwa skuad Real Madrid punya potensi besar untuk bangkit. Reaksi ini mendapat apresiasi karena menunjukkan kepemimpinan yang bertanggung jawab di tengah kekecewaan besar.

Kesimpulan

Debut Álvaro Arbeloa di bangku pelatih Real Madrid berakhir dengan catatan pahit yang sulit dilupakan. Kekalahan dari Albacete bukan hanya eliminasi dari Copa del Rey, tapi juga sinyal bahwa transisi kepelatihan memerlukan waktu dan penyesuaian lebih banyak. Meski demikian, sikap Arbeloa yang langsung mengambil tanggung jawab dan tetap optimis memberikan harapan bagi masa depan. Dengan latar belakangnya sebagai legenda klub dan pemahaman mendalam tentang akademi, ia punya modal kuat untuk membalikkan keadaan. Tantangan berikutnya di LaLiga dan kompetisi lain akan menjadi ukuran sejati kemampuannya. Bagi Real Madrid, momen ini adalah pengingat bahwa bahkan di klub sebesar ini, tidak ada jaminan kemenangan mudah, terutama saat perubahan terjadi di tengah musim. Arbeloa kini harus membuktikan bahwa kegagalan pertama ini justru menjadi batu loncatan menuju kesuksesan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Post Comment